MAKALAH IBD
“PERMASALAHAN
GENERASI MUDA”
Ardetha
Rachnia Ardantya (10517906)
KELAS
1PA08
FAKULTAS
PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI
2017
KATA
PENGANTAR
Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah
Subhanahu wataala, karena berkat rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan makalah
yang berjudul “Permasalahan Generasi Muda”. Makalah ini diajukan guna memenuhi
tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar.
Penulis menyadari bahwa sebagai suatu makalah ini
masih banyak kekurangannya maka untuk itu penulis membuka diri untuk menerima
saran dan kritik yang membangun guna lebih sempurnanya makalah ini.
Demikian makalah ini penulis susun. Semoga makalah
ini memberikan informasi bagi pembaca dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan
dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Depok, 21
November 2017
Ardetha Rachnia
Ardantya
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
1.2.
Rumusan Masalah
1.3. Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
2.1.
Pengertian Generasi Muda
2.2.
Permasalahan Generasi Muda
2.3. Pengembangan
Potensi Generasi Muda
2.4.
Usaha Menanggulangi Permasalahan Pemuda
BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan
3.2.
Daftar Pustaka
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Telah kita ketahui bahwa pemuda
atau generasi muda merupakan konsep-konsep yang selalu dikaitkan dengan masalah
nilai, hal ini merupakan pengertian idiologis dan kultural daripada pengertian
ini. Didalam masyarakat pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai
penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan
bangsanya karma pemuda sebagai harapan bangsa dapat diartikan bahwa siapa yang
menguasai pemuda akan menguasai masa depan.
Pemuda adalah golongan manusia
manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih
baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah
berlangsung, pemuda di Indonesia dewasa ini sangat beraneka ragam, terutama
bila dikaitkan dengan kesempatan pendidikan. Keragaman tersebut pada dasarnya
tidak mengakibatkan perbedaan dalam pembinaan dan pengembangan generasi muda.
Proses kehidupan yang dialami oleh
para pemuda Indonesia tiap hari baik di lingkungan keluarga ini merupakan
proses yang disebut dengan istilah sosialisasi, proses sosialisasi itu
berlangsung sejak anak ada di dunia dan terus akan berproses hingga mencapai
titik kulminasi.
Pemuda dalam pengertian adalah
manusia-manusia muda, akan tetapi di Indonesia ini sehubungan dengan adanya
program pembinaan generasi muda pengertian pemuda diperinci dan tersurat dengan
pasti. Dilihat dari segi budaya atau fungsionalnya maka dikenal istilah anak,
remaja dan dewasa, dengan perincian sebagia berikut :
Golongan anak : 0 – 12
tahun
Golongan remaja : 13 – 18 tahun
Golongan dewasa : 18 (21) tahun keatas
Golongan remaja : 13 – 18 tahun
Golongan dewasa : 18 (21) tahun keatas
Usia 0-18 tahun adalah merupakan
sumber daya manusia muda, 16 – 21 tahun keatas dipandang telah memiliki
kematangan pribadi dan 18(21) tahun adalah usia yang telah diperbolehkan untuk
menjadi pegawai baik pemerintah maupun swasta.
Dilihat dari segi ideologis politis, generasi muda adalah mereka yang berusia 18 – 30 – 40 tahun, karena merupakan calon pengganti generasi terdahulu dan bersifat dewasa tidak bersifat anak-anak. Pengertian pemuda berdasarkan umur dan lembaga serta ruang lingkup tempat pemuda berada terdiri atas 3 katagori yaitu :
Dilihat dari segi ideologis politis, generasi muda adalah mereka yang berusia 18 – 30 – 40 tahun, karena merupakan calon pengganti generasi terdahulu dan bersifat dewasa tidak bersifat anak-anak. Pengertian pemuda berdasarkan umur dan lembaga serta ruang lingkup tempat pemuda berada terdiri atas 3 katagori yaitu :
Siswa, usia antara 6 – 18 tahun,
masih duduk di bangku sekolah
Mahasiswa usia antara 18 – 25 tahun
beradi di perguruan tinggi dan akademi
Pemuda di luar lingkungan sekolah
maupun perguruan tinggi yaitu mereka yang berusia 15 – 30 tahun keatas.
Akan tetapi, apabila melihat peran
pemuda sehubungan dengan pembangunan, peran itu dibedakan menjadi dua yaitu:
Didasarkan atas usaha pemuda untuk
menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan lingkungan. Pemuda dalam hal ini
dapat berperan sebagai penerus tradisi dengan jalan menaati tradisi yang
berlaku
Didasarkan atas usaha menolak
menyesuaikan diri dengan lingkungan. Peran pemuda jenis ini dapat dirinci dalam
tiga sikap, yaitu : pertama jenis pemuda “pembangkit” mereka adalah pengurai
atu pembuka kejelasan dari suatu masalah sosial. Mereka secara tidak langsung
ktu mengubah masyarakat dan kebudayaan. Kedua pemuda pdelinkeun atau pemuda
nakal. Mereka tidak berniat mengadakan perubahan, baik budaya maupun pada
masyarakat, tetapi hanya berusaha memperoleh manfaat dari masyarakat dengan
melakukan tidnakan menguntungkan bagi dirinya, sekalipun dalam kenyataannya
merugikan. Ketiga, pemuda radikal. Mereka berkeinginan besar untuk mengubah
masyarakat dan kebudayaan lewat cara-cara radikal, revolusioner.
Pemuda adalah jiwa seorang insan
manusia yang memiliki ketangguhan dan semangat yang tinggi dalam memperjuangkan
revolusi dan renovasi peradaban bangsanya menuju arah yang lebih baik. Dengan
kecerdasan intelektualnya, dia dapat melihat segala bentuk permasalahan secara
menyeluruh sehingga sering muncul ide-ide brilian sebagai solusi dari
permasalahan yang ada.
Dengan ketajaman mata hatinya, dia
dapat melihat celah-celah kenistaan dan kekejian yang ada disekitarnya untuk
segera ia perbaiki menjadi celah-celah yang mengeluarkan sinar kebaikan. Dengan
kekuatan fisiknya, dia dapat melumpuhkan mesin-mesin tirani dan monster-monster
kebiadaban yang senantiasa menghancurkan sendi-sendi keadilan dalam masyarakat.
Dengan keceriaan wajahnya, ia dapat menghibur lingkungan sekelilingnya dengan
lampu-lampu kebahagiaan.
Dengan kebersihan hatinya, dia
senantiasa melakukan yang terbaik bagi bangsa dan agamanya tanpa putus asa dan
pamrih. Dengan kekuatan spiritualnya, dia meyakini segala upaya pengorbanan
merupakan aktivitas ibadah yang akan menjadi batu bata Istananya di surga
kelak.
Dengan segenap potensi dan kekuatan
ini, dia merupakan matahari yang siap mengeluarkan energi terbesarnya untuk
mengawali secercah sinar kebangkitan bagi bangsa dan nusa. Sebagaimana sebuah
pepatah bahasa Arab, ‘Kebangkitan sebuah bangsa terletak pada telapak tangan
para pemuda-pemudanya’.
1.2. Rumusan Masalah
a. Apa peranan pemuda dalam
masyarakat ?
b. Apa saja potensi generasi pemuda
?
c. Bagaimana pengembangan potensi
generasi muda ?
d.
Apa saja
masalah generasi muda
e.
Apa
faktor penyebab permasalahan generasi pemuda ?
f. Apa saja usaha untuk menanggulangi masalah generasi muda ?
1.3. Tujuan Penulisan
a. Mengetahui apa saja potensi
generasi pemuda.
b. Mendeskripsikan bagaimana
pengembangan potensi generasi muda.
c. Mengetahui apa saja masalah generasi
muda.
d. Untuk mengetahui apa faktor
penyebab permasalahan generasi pemuda.
e. Untuk
mengetahui apa saja usaha untuk menanggulangi masalah generasi muda.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Generasi Muda
Telah kita ketahui bahwa pemuda
atau generasi muda merupakan konsep-konsep yang dikaitkan dengan masalah nilai.
Hal ini merupakan pengertian ideologis dan kultural dari pada pengertian ilmiah
dalam masyarakat pemuda merupakan satu identitas yang potensial kedudukannya
yang strategis sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani
bagi pembangunan bangsanya maka ibarat satu mata rantai yang terurai panjanng,
posisi pemuda dalam masyarakat menempati mata rantai yang paling sentral karena
berfungsi sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan berkemampuan untuk
mengisi dan membina kemerdekaan. Pemuda sebagai harapan bangsa dapat diartikan
bahwa siapa yang menguasai pemuda akan menguasai masa depan.
Masa muda pada umumnya dapat
dipandang sebagai suatu tahap dalam pembentukan kepribadian manusia
karakteristis yang menonjol dari pemuda adalah peranannya dalam masa peralihan
menuju pada kedudukan yang bertanggung jawab dalam tatanan masyarakat antara
lain:
a. Kemurnian idealisme
b. Keberanian dan
keterbukaannya dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan baru
c. Semangat pengabdiannya
d. Spontanitas dan
dinamikannya
e. Inofasi dan kreatifitasnya
f. Keinginan-keinginan untuk
segera mewujudkan gagasan barunya
2.2. Permasalahan Generasi Muda
Masalah pemuda merupakan masalah
yang abadi dan selalu dialami oleh setiap generasi dalam hubungannya dengan
generasi yang lebih tua. Problem itu disebabkankarena akibat dari proses
pendewasaan seseorang, penyesuaian dirinya dengan situasi yang baru timbulah
harapan setiap pemuda akan mempunyai masa depan yang lebih baik dari pada orang
tuanya.
Masalah antar generasi merupakan
salah satu kesalahan masyarakat yang dikenal sejak dulu kala. Yang
dipernasalahkan adalah nilai-nilai masyarakat. Pada umumnya dapat dikatakan
bahwa masalah antar generasi mencerminkan bagaimana kebudayaan masyarakat itu
sendiri.
Sehubungan dengan ini para ahli
sosial berpendapat bahwa masalah antar generasi kurang dan hampir tidak
terdapat dimasyarakat tradisional. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa
antar generasi merupakan suatu masalah modern.
Berbagai macam permasalahan generasi muda yang
muncul pada saat ini antara lain:
a. Menurunnya jiwa
idealisme, patriotisme dan nasionalisme dikalangan masyarakat termasuk jiwa
pemuda.
b. Kekurang pastian yang
dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya.
c. Belum keseimbangannya
antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia, baik
yang formal maupun non formal.
d. Kekurangan lapangan
dan kesempatan kerja serta tinggi nya tingkat pengangguran dan setengah pengangguran
dikalangan generasi muda mengakibatkan berkurangnya produktifitas oleh
nilai-nilai kekuasaan dan sebagainya.
e. Masih langkanya
pengalaman-pengalaman yang dapat merelefansikan pendapat sikap dan tindakanya
dengan kenyataan yang ada.
Dengan demikian bagaimana semua masalah itu agar
dapat dipecahkan olah masyarakat merupakan cerminan kebudayaan masyarakat
itu sendiri.
2.3.
Pengembangan Potensi Generasi Muda
Generasi muda memiliki peranan
penting dalam memajukan dan meningkatkan pembangunan. Begitu banyak potensi
yang dimiliki oleh generasi muda, mereka mampu berkarya dan berekspresi dengan
bebas ,tetapi masih dalam lingkup yang sewajarnya dan tidak menyalahi aturan.
Pengembangan potensi tersebut dapat dimulai dari lingkungan keluarga, orang tua
dapat mengembangkan potensi anak mereka sejak berusia balita, orang tua dapat
mengarahkan apa dan kemana potensi yang dimiliki oleh anak mereka sehingga
lahirlah generasi muda yang memiliki potensi sesuai minat masing-masing anak.
Generasi muda dapat mengembangkan
potensi mereka melalui hoby atau kesenangan masing-masing, contohnya jika anak
menyukai musik maka ia bisa mengembangkan potensinya dengan membuat sebuah band
atau mengikuti kursus bermain musik sehingga potensi anak tersebut redup tanpa
ada perkembangan.
Potensi generasi muda juga dapat
membangun rasa bangga pada diri sendiri. Keluarga dan negara juga merasa bangga
atas potensi yang dimiliki oleh anggota keluarga atau sebagai masyarakat. Tapi
bagaimana jika generasi muda saat ini mengisi hari mereka dengan hanya
menghabiskan uang orang tua dengan membeli barang-barang yang tidak terlalu
dibutuhkan, Sex di luar nikah, penyalahgunaan obat narkotika tak dapat
dihindari, mabuk-mabukan (minum-minuman keras), dan masih banyak lagi hal-hal
lain yang sangat menyedihkan. Disinilah peran orang tua sangat dibutuhkan orang
tua dapat mengarahkan sejak dini kemana arah yang paling tepat dan baik untuk
perkembangan anak mereka sehingga generasi muda dapat memiliki potensi yang
sangat berguna bagi nusa dan bangsa.
Di negara-negara maju, salah satu
di antaranya adalah Amerika Serikat, para mahasiswa sebagai bagian generasi
muda, didorong, dirangsang dengan berbagai motivasi dan dipacu untuk maju dalam
berlomba menciptakan suatu ide / gagasan yang harus diwujudkan dalam suatu
bentuk barang, dengan berorientasi pada teknologi mereka sendiri.
2.4. Usaha Menanggulangi
Permasalahan Pemuda
Cara yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu
orang tua harus sering menasehati, memberi bimbingan, dan memberi pengarahan kepada
anaknya agar menjadi pemuda yang mudah bersosialisasi dan bisa hidup mandiri
tanpa upaya dan dana orang tuanya. Hal ini bergantung pada diri pemuda itu
sendiri. Jika menurut mereka nasehat tersebut dapat membantu untuk mengatasi
permasalahannya, maka mereka akan melakukannya. Dan jika mereka tidak
membutuhkan nasehat, maka mereka tidak akan melakukannya. Tetapi pemuda yang
baik adalah pemuda yang selalu mendengarkan nasehat – nasehat yang baik dari
orang tuanya.
Setelah memberi tanggapan untuk mengatasi permasalahan.pemuda dalam
generasi nasional, diharapkan pemuda – pemuda dapat meningkatkan sikap
kedewasaannya dalam hal ekonomi dan psikologi. Masyarakat pun akan bangga.
Begitu pun bagi orang tua, akan merasa bangga. Karena mereka memiliki anak yang
baik dan bisa diandalkan sebagai penerus bangsa. Dan semoga hal ini lebih baik
lagi di masa mendatang.
BAB
III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
1.
Peranan
pemuda dalam pembangunan masyarakat adalah sebagai agent of change, agent of
development, dan agent of modernization.
2.
Potensi-potensi
yang terdapat pada generasi muda yang perlu dikembangkan adalah idealisme dan
daya kritis, dinamika dan kreativitas, dan keberanian mengambil resiko.
3.
Pengembangan
potensi tersebut dapat dimulai dari lingkungan keluarga, orang tua dapat
mengembangkan potensi anak mereka sejak berusia balita, orang tua dapat
mengarahkan apa dan kemana potensi yang dimiliki oleh anak mereka sehingga
lahirlah generasi muda yang memiliki potensi sesuai minat masing-masing anak.
4.
Masalah-masalah
generasi muda diantaranya adalah menurunnya jiwa nasionalisme, kekurangpastian
yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya, belum seimbangnya
antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia,
tingginya jumlah putus sekolah, kekurangan lapangan kerja, kurangnya gizi yang
menghambat perkembangan kecerdasan, banyaknya perkawinan dibawah umur,
penyalahgunaan obat narkotika dan zat adiktif, masih adanya anak-anak yang
hidup menggelandang, pergaulan bebas diantara muda-mudi yang menunjukkan gejala
penyimpangan perilaku (deviant behavior), masuknya budaya barat (westernisasi
culture), dan masih merajalelanya kenakalan remaja.
5.
Faktor
penyebab permasalahan pemuda adalah kurang dalam mengendalikan diri, kurang
masa bersama keluarga, dan masalah ekonomi keluarga.
6. Usaha menanggulangi permasalahan
pemuda dapat dilakukan oleh lingkungan terutama pendekatan oleh keluarga dan pendidikan.
DAFTAR
PUSTAKA

Komentar
Posting Komentar