PUISI


AKU
Karya: chairil anwar
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

1.  Tema : menceritakan tentang perasaan si tokoh puisi yang menceritakan dirinnya walaupun waktu telah akan menjemputnya baginnya tidak ada kata berputus asa biar sesulit apapun hidup ,ia akan coba untuk terus menjalani dengan sebaik mungkin .
2.  Rasa : sikap penyair yang tergambar dalam puisi ia sedang menegaskan kepada dirinnya bahwa hidup adalah perjuangan tak perlu memikirkan kapan waktu akan menjemputmu , sekalipun peluru telah menembus tubuh bukan berarti perjuangan kita berakhir sampai disitu yang terpenting apa yang kita lakukan untuk berusaha melakukan yang ter baik dalam hidup .
3.  Nada : si penyair menggunakan nada yang bersifat menyidir kepada orang yang selalu mempermasalahkan waktu , serta bermaksud menasehati agar dalam hidup tetaplah menjadi diri sendiri dan meyakini diri sendiri .
4.  Diksi : kata yang digunakan cenderung sulit untuk dimengerti karna terkesan agak berbelit , namun penyair memperjelas maksud tersebut dengan kata “aku” sehingga bisa mempermudah pembaca untuk memahami .
5.  Imajin : si penyair membayangkan tentang pandangan hidup bagi dirinnya sendiri itu seperti apa , dan menegaskan seperti apa dirinnya dalam menjalani hidup . contoh kata yang menegaskan pada dirinnya sendiri ada pada kata :
     “aku ini binatang jalang dari kumpulan yang terbuang biar peluru
     menembus tubuhku aku akan tetap meradang menerjang ”.
6.  Kata nyata : kata nyata dalam puisi ini terdapat dalam kalimat  :
     “kalau sampai waktuku “
     “tidak juga kau “
7.  Majas : terdapat majas hiperbola pada kalimat :
     “biar peluru menembus kulitku aku akan tetap meradang menerjang “
     dan antanaklasis :
     “luka dan bisa ku bawa berlari , berlari hingga hilang pedih perih .
8.  Amanat : jangan terpaku dan sibuk memikirkan kapan waktu akan menjemput , yang terpenting adalah bagaimana usaha kita untuk melakukan yang terbaik dalam hidup .
9.  Rima :
Ø    Bait ke 1 (u-u-u-u) beraturan .
Ø    Bait ke 2 (a-a-u-a  tidak beraturan.
Ø    Bait ke 3 (I-I-I-I ) beraturan.
Sumber :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUKU MINAHASA

MAKALAH IBD